Kamis, 29 Mei 2014

Penulis Part 1

ABOUT ME
Jovi Ardan
Dari orang tua yang sederhana, terlahirlah saya yang berkepribadian sederhana pula. Saat saya dilahirkan kala itu saya belum mempunyai seorang adikpun, tidak tau kenapa mungkin karena saya anak pertama kali. Si Jovi kecil yang pendiam, pemalu dan cengeng menghiasi kehidupan saya waktu itu dan memberikan banyak warna tersendiri. Dari sekian banyak hal yang telah dilalui, yang paling teringat adalah ketika Om (paman) saya bernama Chaerudin (sebut saja Om Udin) adalah om terjahat yang saya kenal saat itu, dengan muka yang garang, suaranya yang tegas dan galak sering membuat saya takut ketika menyuruh saya untuk tidur siang. Setiap kali main kerumah dia selalu menyuruh untuk tidur siang, padahal saya sedang tidak ingin tidur siang. Karena saya menolak akhirnya saya pun dibentaknya (sebenernya dia itu orangnya baik, cuma dia suka jail kalo deket-deket ibu saya).

Pertama kali menuntut ilmu, saya disekolahkan di Taman Kanak-kanak (TK) Bustanul Atfal, dua tahun menjalani perTK-an diselimuti rasa takut. Saya begitu lemahnya, tanpa ada daya, bertubuh kecil sehingga sering sekali saya ditindas. Pernah dipalakin (dimintain uang), akan tetapi dengan jurus yang saya keluarkan (nangis maksudnya) sehingga uang di dalam saku pun tidak pernah keluar untuk mereka (Alis dan Fahmi). Keduanya adalah preman TK, mereka sedikit lebih besar dari kebanyakan anak seumuran kami. Siapa pun didekat mereka pasti dijahili. Oh iya saya adalah anak dari sekian anak yang paling ngirit dalam menggunakan uang saku, bagimana tidak? Dari lima ratus perak, yang digunakan hanya dua ratus saja, terkadang malah hanya seratus. Kemudian sisanya kemana? Sisanya saya kembalikan lagi pada ibu.

Dua tahun sudah terlewati menuntut ilmu di TK Bustanul Atfal, banyak pelajaran yang berharga, mulai dari diajari bernyanyi, menggambar, sampai pada berbakti pada orang tua. Dua tahun juga, pulang pergi diantar menggunakan becak. Pernah suatu ketika, bapak becak belum datang, padahal waktu kegiatan belajar telah usai, saya bingung, mau nangis malu, mau jalan sendiri takut kesasar, apalagi sedang unyu-unyunya wah nanti kalo diculik bagimana?. Saya  memutuskan untuk jalan. Sampai disitu saya lupa alur ceritanya kemana. Hehehe padahal udah menegangkan banget yah,. Huuuft.


Cerita bersambung… tunggu kelanjutannya!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © . JOVI ARDAN BLOG - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger