Minggu, 01 Juni 2014

Penulis Part 2

About Me

Mendapat predikat coumload, tidak menjadikan saya sombong. Saya peringkat dua dari tiga murid TK lainnya, *tuh keren bukan? Becanda saja. Secara otomatis saya melanjutkan dijenjang yang lebih tinggi dari TK. Yaa betul S1, *dibaca SD, kali ini juga saya masuk dengan peringkat pertama, *soalnya saya yang baru daftar sendirian.  Saya senang bisa diterima di SD Muhammadiyah, Alasan saya memilih masuk SD Muhammadiyah yaitu, pertama bapak mengajar disitu, kemudian SD Muhammadiyah termasuk mengedepankan agama *padahal dulu masih kecil, ko bisa mikir kesitu yah. Kegiatan belajar mengajar telah ditetapkan, karena biasanya di TK itu masuk siang, saya jadi malas bangun pagi, “Wahh masih pagi lah, nanti saja, biasanya juga nggak jam segini bu/pak!” Ungkapan saya saat dibangunkan kedua orang tua saya. Dengan paksaan sedikit, akhirnya kedua orang tua saya berhasil juga membangunkan saya. Setelah mandi, mengenakan seragam baru *wah keren juga nih saya, keliatan cool saat berkaca, kemudian sarapan, paling suka dulu sama buburnya bu Kastari *ibu dari temen. Kalo nggak salah, berhubung bapak belum punya kendaraan bermotor, saya dan bapak naik sepeda ke sekolah *bapak yang membonceng saya. Nggak! bohongan. Kalo semisal dilihat-lihat seperti bapak sama anaknya, *ya emang kali.

Sesampainya di SD, saya bingung apa yang harus saya lakukan, *temen-temen ingatkan, saya berbadan kecil, penakut, dan cengeng. Saya hanya bisa membisu jika tidak diajak bicara. “Waduh ternyata ada Alis, gimana ini?”, dia ternyata masuk di SD yang sama temen-temen, tapi kali ini saya sedikit berani kerana jika dia macam-macam dengan saya, ada bapak ini. Nama saya Kiki, saya Arif, saya Hamdan, mereka bertiga sepertinya yang mengenalkan diri pada saya terlebih dahulu. Sejak saat itu saya paling akrab dengan Kiki. Kami main bersama dan belajar bersama. Saat di SD saya tidak terlalu berprestasi, hanya mentok-mentoknya peringkat delapan di kelas. Banyak kejadiaan yang membuat saya tertawa geli, jijik, dan haru saat terlintas dipikiran saya. Begitu memalukannya, *semoga temen-temen lupa dengan kejadian itu.

Lanjut kecerita, akhirnya bapak punya motor sendiri, motor pertama yang pernah dimiliki itu vespa. Tok otok otok bunyi vespa melaju menuju SD, wah senangnya, saya sangat bersyukur sekali karena sebelumnya terlihat bapak kecapean setelah mengayuh sepeda dengan memboncengkan saya dan adik saya ke sekolah. Tidak lama kemudian motor dijual oleh bapak, saya juga tidak tau apa alasannya, mungkin karena faktor ekonomi keluarga saya yang sedang labil, bapak dan saya kembali menggunakan sepeda berangkat ke sekolah. Saya selalu berdoa agar bapak dikasih rejeki sehingga bapak bisa punya motor lagi.

Karena bapak mengajar di sini, saya sering sekali diikutkan kegiatan seperti perkemahan, saya selalu mengikuti sejak kelas empat sampai kelas enam. kemudian saya mengikuti anggota drum band, saya memegang tam tam, sampai pada akhirnya saya memegang bass drum, bayangkan coba! Badan sekecil itu menggendong bass drum yang bulat dan gede. Yang paling berkesan saat saya memegang bass drum, kami juara dua festival seni saat perlombaan sekabupaten pemalang dengan kreasi-kreasi yang menarik tentunya. Sungguh senangnya waktu itu.

Enam tahun sudah tak terasa di SD mengikuti kegiatan belajar mengajar, namum bapak belum juga diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, mungkin belum rejeki bapak. Saya LULUS, dan kami pun (saya dan temen SD) berpencar mencari sekolah yang dinginkan, ada yang mondok da nada juga yang tidak melanjutkan.


Bersambung.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © . JOVI ARDAN BLOG - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger