Jumat, 11 Juli 2014

Maafkan Aku, SIDE!


Terpikir nasehatnya, "Mas kalo side (simbah) sudah tidak ada, tolong minta doanya, doakan side dipermudah saat menghadap sang Ilahi, menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, dilapangkan kuburnya serta mendapat rahmat dari-Nya".

Beliau mengucap sambil menangis mendekapku delapan tahun yang lalu ba'da subuh.. Aku  ikut terbawa suasana, aku ikut meneteskan air mata. Ini pertanda side akan meninggalkan kami semua.

Beliau salah satu orang yang senantiasa mendidikku untuk selalu sholat berjamaah, ngaji di masjid dan berbakti kepada orang tua. Yah walau itu beliau lakukan baru-baru ini, mungkin side telah sadar bahwa cucunya tidak hanya pada anaknya yang ini dan yang itu, beliau sadar kami semua adalah cucunya, cucu yang harus mendapat didikan dan perhatian. Beliau mulai membenah diri dengan berlaku adil kepada kami..

Suatu ketika saat bulan Ramadhan, waktu itu aku kelas empat SD. Aku mulai ingat beliau mulai peduli saat aku kelas empat, saat aku mulai giat sholat, mulai suka dengan ibadah. Beliau menjanjikan aku akan membelikan mie rebus satu kardus, untuk memotivasi dan mendorongku agar aku full menyelesaikan satu bulan Ramadhan dengan puasa.

Dan pada akhirnya aku pun menyelesaikan puasaku satu bulan dengan iming-iming mie rebus dari side, kebetulan dulu aku adalah penyuka mie rebus, mungkin badanku yang melar ini karena faktor terlalu sering mangonsumsi mie rebus… *itu dulu, sekarang pun masih, masih gemuk! Sedih.

Sempat sii beberapa kali aku menengok kepalaku ke kanan dan ke kiri siapa tahu ada orang, setelah memeriksa sedang tidak ada orang, terkadang aku menenggak air setengah gelas ditengah siang bolong, waktu itu rasa hausku susah sekali untuk ditahan, karena tidak ada orang yang tahu dan melihat, aku pun melanjutkan kembali puasaku. *Maaf side, aku berbohong beberapa kali, sungguh waktu itu aku haus sekali. Tidak untuk ditiru yah adik-adik di rumah, ingat Allah selalu melihat.

Tiga tahun terakhir aku banyak lupanya dari pada ingat nasehat dan pesan side agar selalu mendoakan beliau. Pagi ini Bu’de datang dan mengajakku membersihkan makam side, Astaghfirullah disini aku benar-benar mulai teringat kembali pesan itu. Aku bergegas mengganti baju sholatku dengan  celana training dan kaos. Aku meminjam cangkul dan membawa pisau karambit. Aku dan bu’de membersihkan makamnya, sedih atas kematiannya, semoga beliau diterima oleh sang pencipta… Insya Allah aku akan senantiasa mendoakanmu.
“Side maafkan aku, selama ini aku hampir lupa pesanmu”.



0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © . JOVI ARDAN BLOG - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger